Jepara – Pemerintah Kabupaten Jepara terus mempercepat pembangunan infrastruktur jalan pada tahun 2026 dengan mengalokasikan anggaran sekitar Rp210 miar melalui APBD. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas jalan, memperlancar mobilitas masyarakat, serta memperkuat konektivitas antarkawasan di Kabupaten Jepara.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, bersama Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar dan jajaran Forkopimda meninjau langsung sejumlah proyek pembangunan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai jadwal dan memenuhi standar kualitas. Selain anggaran APBD, Pemkab Jepara juga mengusulkan tambahan dana sekitar Rp100 miar kepada pemerintah pusat melalui skema Inpres Jalan Daerah (IJD) guna mempercepat pembangunan infrastruktur.
Salah satu proyek yang menjadi perhatian berada di ruas Bendanpete–Buaran, jalur strategis yang menjadi akses menuju Pondok Pesantren Balekambang sekaligus mendukung distribusi hasil pertanian dan aktivitas masyarakat. Di lokasi tersebut dilakukan pengecoran jalan beton serta pembangunan saluran drainase agar kondisi jalan lebih kuat dan tahan lama.
Peningkatan infrastruktur juga dilakukan di ruas Nalumsari–Papringan, yang selama ini menjadi jalur alternatif bagi masyarakat dan pekerja yang begegian antara Jepara dan Kabupaten Kudus. Pemerintah menargetkan puluhan proyek peningkatan jalan dapat diselesaikan pada September 2026 sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
Di balik manfaat jangka panjang tersebut, pelaksanaan proyek diperkirakan menimbulkan dampak sementara terhadap arus lalu lintas. Pada ruas Bendanpete–Buaran, pengguna jalan berpotensi mengalami perlambatan karena adanya aktivitas konstruksi, alat berat, serta pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan.
Sementara itu, pada ruas Nalumsari–Papringan, penutupan jalan selama proses pengecoran membuat kendaraan harus menggunakan jalur alternatif. Kondisi ini berpotensi meningkatkan kepadatan di beberapa ruas pengalihan, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan waktu perjalanan, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta memanfaatkan jalur alternatif apabila diperlukan. Setelah seluruh proyek selesai, kualitas jalan yang lebih baik diharapkan mampu mempercepat distribusi barang, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Jepara dan kawasan perbatasan dengan Kudus.
klik di sini
klik di sini
klik di sini